Aku terkadang tak mampu mencerna dengan jelas maksud kata “cinta”. Benarkah cinta itu adalah sesuatu yang abstrak? atau benarkah ketika cinta itu terjalin akan berubah menjadi sesuatu yang jelas? Banyak hal yang aku pertanyakan tentang cinta. Mungkin dalam ketidaktahuanku memaknai cinta, aku berfikir bahwa cinta adalah ada meski ia terasa abstrak. Ia tak dapat diurai seperti benda yang dapat diurai jadi molekul – molekul atau partikel – pertikel kecil. Dalam suasana ketidaktahuanku tentang makna cinta, aku berusaha untuk menjalani cinta apa adanya, ketika cinta terungkap dalam kata dan tingkah laku yang jujur, lawan cinta memandang bahwa itu adalah kebohongan bahwa apa yang aku ucapkan dan aku lakukan hanyalah sebuah kepalsuan belaka. Lalu aku berfikir dimana sebenarnya letak kekuatan cinta, jika ketika terungkap dan terucap lewat kata dan tingkah laku masih saja tetap dicap sebagai sebuah kebohongan dan kepalsuan belaka? Bukankah cinta mampu menyakinkan dan menjelaskan? meski ia tak terucap dan tak terungkap?
Pencarian tentang makna cinta ini membawa aku kedalam susasana dimana was-was, khamatir, gelisah dan takut menyertai. Benarkah cinta tidak harus memiliki? Benarkah cinta adalah prilaku? Benarkah cinta adalah pengorbanan? Benarkah cinta adalah pemahaman? Benarkah cinta adalah penantian? Benarkah cinta adalah pengabdian? Benarkah cinta adalah perjalanan? Benarkah cinta adalah kedamaian? Benarkah cinta adalah kasih sayang? Benarkah cinta adalah kehidupan? Dan benarkah cinta adalah cinta itu sendiri? Atau malah cinta adalah aku?
Sekelumit pertanyaan itu terus menggelayuti, pada kenyataannya cinta itu sendiri tak terdefinisikan..ia labil, ia pasti, ia bergemuruh, ia bersenandung, ia menangis, ia tertawa, ia sedih, ia bahagia, ia samar, ia nyata, ia palsu, ia asli, ia nafsu, ia iman….ia..ia..
Saling bersebrangan cinta berjalan, saling curiga cinta berpandangan, saling menuding cinta berbicara, saling bergandengan cinta melangkah, saling tak percaya cinta berfikir, saling berpelukan cinta menangis, saling tertawa cinta bercerita, saling tertunduk cinta memandang, saling..saling.
Untuk yang tercinta,,aku cinta kamu…
Creted by Ammar
Kamis, 31 Juli 2008
Rabu, 04 Juni 2008
Tiga Pilihan Menjalani Hidup
Dalam menjalani hidup dari segala sisi dan segi, kita dihadapkan pada tiga pilihan yang secara sadar maupun tidak sadar kita pilih. Tiga pilihan tersebut adalah:
Pilihan Pertama, pesimistis atau berfikir kalah dalam menjalani hidup. Pilihan pertama ini memiliki pengikut atau anggota terbanyak didunia, maka tidak heran jika jumlah orang miskin lebih banyak dari pada orang kaya. Kecenderungan ini sudah mengakar dan menjadi virus penghancur kreatifitas, penggerogot semangat dan melumpuhkan saraf positif. Pilihan pertama ini menjadi tren di masyarakat dunia, namun ingatlah bahwa tidak selamanya tren adalah yang baik dan terbaik untuk kita. Itulah yang harus kita sadari, bahwa menjalani hidup dengan pilihan pertama ini tidak akan pernah membawa kepada tujuan hidup kita, bahwa pilihan pertama ini tidak akan pernah menggerakkan kaki kita melangkah maju kedepan, melainkan hanya akan menggerakkan kaki kita melangkah mundur.Dengan demikian apalah arti pandangan mata kita jika kaki kita melangkah mundur, karena sama saja kita seperti orang “buta” yang tak dapat melihat dan janganlah heran ketika kita berjalan mundur kita akan merasa kesulitan dan akan sangat mungkin kita terjatuh, entah karena ada kerikil, tembok atau bahkan jurang dibelakang kita.
Pilihan Kedua, ragu-ragu atau antara yakin dan tidak yakin dalam menjalani hidup. Pilihan kedua ini memiliki pengikut atau anggota terbesar kedua di dunia, golongan orang ini adalah golongan yang selalu merasa cukup dalam zona nyaman dan tidak pernah menantang dirinya untuk keluar dari zona nyamannya, karena keragu-raguan selalu menjadi sikapnya dalam bertindak. Pilihan ini tidak akan membawanya kemana-mana alias hanya jalan ditempat dan andaikata melangkahpun seperti gerakan senam yang selangkah maju dan selangkah mundur. Orang-orang yang berada di pilihan kedua ini hidupnya hanya pas-pasan malah cenderung besar pasak dari pada tiang. Mereka tidak akan pernah membuat perubahan dalam hidup karena kehidupan yang mereka jalani cenderung monoton, sepi, tidak berwarna dan sia-sia.
Pilihan Ketiga, yakin dan percaya bahwa apa yang diupayakan dan dijalani dalam hidup akan berhasil dicapai. Inilah pilihan yang kebanyakan orang tidak pilih. Golongan ini adalah kelompok minoritas, namun golongan inilah yang merubah dunia. Kemantapan hati diperlukan disini, keraguan tidak ada ruang dalam pilihan ini. Ia lebih cenderung sangat bersahaja, dermawan, sehat, bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup. Orang-orang yang menjalani hidup dengan pilihan ketiga ini akan selalu diberkahi dengan peluang-peluang, kesempatan-kesempatan dan kemenangan-kemanangan, maka tidak heran meskipun mereka adalah golongan minoritas, tetapi merekalah yang memiliki peran utama dalam menciptakan peradaban dunia ini. Sekarang pilihan ada ditangan kita, akan memilih yang manakah kita????
Created by Mhar delhoy
Pilihan Pertama, pesimistis atau berfikir kalah dalam menjalani hidup. Pilihan pertama ini memiliki pengikut atau anggota terbanyak didunia, maka tidak heran jika jumlah orang miskin lebih banyak dari pada orang kaya. Kecenderungan ini sudah mengakar dan menjadi virus penghancur kreatifitas, penggerogot semangat dan melumpuhkan saraf positif. Pilihan pertama ini menjadi tren di masyarakat dunia, namun ingatlah bahwa tidak selamanya tren adalah yang baik dan terbaik untuk kita. Itulah yang harus kita sadari, bahwa menjalani hidup dengan pilihan pertama ini tidak akan pernah membawa kepada tujuan hidup kita, bahwa pilihan pertama ini tidak akan pernah menggerakkan kaki kita melangkah maju kedepan, melainkan hanya akan menggerakkan kaki kita melangkah mundur.Dengan demikian apalah arti pandangan mata kita jika kaki kita melangkah mundur, karena sama saja kita seperti orang “buta” yang tak dapat melihat dan janganlah heran ketika kita berjalan mundur kita akan merasa kesulitan dan akan sangat mungkin kita terjatuh, entah karena ada kerikil, tembok atau bahkan jurang dibelakang kita.
Pilihan Kedua, ragu-ragu atau antara yakin dan tidak yakin dalam menjalani hidup. Pilihan kedua ini memiliki pengikut atau anggota terbesar kedua di dunia, golongan orang ini adalah golongan yang selalu merasa cukup dalam zona nyaman dan tidak pernah menantang dirinya untuk keluar dari zona nyamannya, karena keragu-raguan selalu menjadi sikapnya dalam bertindak. Pilihan ini tidak akan membawanya kemana-mana alias hanya jalan ditempat dan andaikata melangkahpun seperti gerakan senam yang selangkah maju dan selangkah mundur. Orang-orang yang berada di pilihan kedua ini hidupnya hanya pas-pasan malah cenderung besar pasak dari pada tiang. Mereka tidak akan pernah membuat perubahan dalam hidup karena kehidupan yang mereka jalani cenderung monoton, sepi, tidak berwarna dan sia-sia.
Pilihan Ketiga, yakin dan percaya bahwa apa yang diupayakan dan dijalani dalam hidup akan berhasil dicapai. Inilah pilihan yang kebanyakan orang tidak pilih. Golongan ini adalah kelompok minoritas, namun golongan inilah yang merubah dunia. Kemantapan hati diperlukan disini, keraguan tidak ada ruang dalam pilihan ini. Ia lebih cenderung sangat bersahaja, dermawan, sehat, bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup. Orang-orang yang menjalani hidup dengan pilihan ketiga ini akan selalu diberkahi dengan peluang-peluang, kesempatan-kesempatan dan kemenangan-kemanangan, maka tidak heran meskipun mereka adalah golongan minoritas, tetapi merekalah yang memiliki peran utama dalam menciptakan peradaban dunia ini. Sekarang pilihan ada ditangan kita, akan memilih yang manakah kita????
Created by Mhar delhoy
Rabu, 28 Mei 2008
Tujuan Hidup
Banyak orang ketika melakukan sesuatu hanya “mengalir” saja mengikuti arus, mereka tidak berfikir tujuan apa yang mengharuskan mereka melakukannya. Tujuan adalah alasan dan apa yang diharapkan tercapai oleh seseorang dalam melakukan sesuatu. Seperti kata Thomas Carlyle “Orang yang tidak memiliki tujuan adalah seperti perahu tanpa kemudi”. Ia hanya akan terombang – ambing tak tentu arah mengikuti arah angin kehidupan berhembus, sungguh malang dan mengerikan sekali orang – orang yang hidup dengan cara ini. Bukankah hidup yang berhasil adalah hidup yang bukan terombang – ambing tapi hidup yang penuh dengan kepastian melalui sebuah tujuan? Ingatlah bahwa hidup itu harus diuasahakan secara sadar untuk menjadi baik, bukan dengan mengalir apa adanya. Mari kita renungkan sejenak tentang diri kita, adakah tujuan besar dari diri kita yang memang pantas kita perjuangkan? Sehingga kita tidak perlu lagi hidup dalam perahu ketidakpastian dengan terombang – ambing dalam samudara kehidupan tanpa kemudi.
Seperti kata Billy Sunday “lebih banyak orang gagal karena ketidakadaan tujuan dibandingkan ketidakadaan bakat”, jadi sebenarnya bukan salah siapapun ketika kita gagal tapi mungkin karena ketidakadaan atau ketidakjelasannya tujuan yang kita tuju sehingga kegagalan menghampiri, kerena jika tujuan hidup seseorang sudah jelas, maka ketika kegagalan terjadi dia tidak akan berhenti dan dengan hati yang kukuh dia akan terus melangkah, karena baginya tujuannya sudah jelas dibenak dan pasti berhasil hanya saja tinggal menunggu waktu.
Sebagai manusia yang berakal seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari orang – orang yang gagal maupun yang berhasil disekeliling kita, kita harus menjadi manusia yang kritis terhadap segala kemungkinan karena pada dasarnya kita semua saling keterkaitan. Pelajarilah kesalahan – kesalahan orang gagal maupun berhasil, ambil inti sari dari setiap langkah yang mereka ambil. Jangan jadi seperti robot yang hanya bergerak karena dikendalikan sesuatu tanpa mau mengendalikan dirinya sendiri. Ingatlah kita bukan mesin dan kita bukan peralatan mekanik yang tersistem untuk patuh pada apa yang sudah disajikan. Kita adalah mahluk mulia yang diberikan pilihan dan kekebasan untuk menentukan pilihan dan tujuan hidup yang memang sesuai dengan bakat dan potensi kita.
Dalam bukunya “treasure secret of mining our hidden potentials” Mandaliem Lembong Halim, MBA mengatakan “ hidup yang berarti dan berhasil bukanlah hidup yang terombang – ambing. Sayangnya masih banyak orang yang hidupnya melayang, mengambang dan mengalir kemana – mana tanpa tujuan yang jelas. Kemungkinan jelas orang seperti ini suatu hari nanti akan terbangun dari tidur mereka, membuka mata mereka, dan terbelalak kaget karena mendapatkan diri mereka terdampar dikehidupan yang sangat buruk. Dan mereka masih bertanya-tanya kenapa hidup itu tidak adil. Hidup tidak akan dengan sendirinya bergerak kearah yang lebih baik. Hidup itu harus dengan sengaja diusahakan untuk menjadi baik. Orang-orang yang memiliki tujuan hidup akan sampai di tempat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang menjalani hidup hanya dengan prinsip ‘ikut arus’”.
Memang pada prakteknya kita kesulitan dalam menentukan tujuan hidup kita, tapi jangan berkecil hati dan pada akhirnya menyerah dengan membiarkan kehidupan anda tanpa arah. Teruslah berupaya untuk mengukuhkan hati dalam menentapkan tujuan hidup anda, karena ketika anda bersikukuh dalam mencarinya dengan melalui beberapa trial and error maka dengan sadar maupun tidak sadar tujuan hidup anda akan terbentuk. Sudah semestinya kita bersuka cita dalam menjalani hidup ini dan bukan sebaliknya, suka cita itu sendiri hanya dapat diperoleh dengan adanya tujuan yang jelas. Mau kemana dan mau bagaimana anda menjalani hidup semua hanya anda sendiri yang menentukan dan yang tahu. Jangan sekali-kali menyerahkan hidup anda pada keadaan lingkungan dan orang lain. Jadilah manusia yang jelas dalam tujuan hidup, yang mampu bersikap secara dewasa dan bijak dalam menyikapi problematika kehidupan, yang mampu menyinari bukan disinari, yang mampu fokus dalam menjalani hidup, yang mampu bersuka cita dalam segala keadaan. Selamat mencari tujuan hidup anda dan selamat menjalani samudera kehidupan dengan kemudinya tujuan hidup anda.
“ Suka cita di dalam hidup adalah ketika kita berguna untuk suatu tujuan. Saya mau sudah ‘habis digunakan’ ketika saya meninggal.” George Bernard Shaw
“ Penyia-nyiaan terbesar di dunia adalah perbedaan antara apa adanya kita sekarang dengan apa yang seharusnya kita menjadi.” Ben Herbster
“Harapan saya adalah pada akhir hidup saya ketika saya berjumpa dengan Pencipta saya, saya tidak memiliki sedikit pun potensi yang tersisa dan saya dapat berkata, ‘saya sudah pakai sampai habis semua yang Kauberikan kepada saya’.” Erma Bombeck
Seperti kata Billy Sunday “lebih banyak orang gagal karena ketidakadaan tujuan dibandingkan ketidakadaan bakat”, jadi sebenarnya bukan salah siapapun ketika kita gagal tapi mungkin karena ketidakadaan atau ketidakjelasannya tujuan yang kita tuju sehingga kegagalan menghampiri, kerena jika tujuan hidup seseorang sudah jelas, maka ketika kegagalan terjadi dia tidak akan berhenti dan dengan hati yang kukuh dia akan terus melangkah, karena baginya tujuannya sudah jelas dibenak dan pasti berhasil hanya saja tinggal menunggu waktu.
Sebagai manusia yang berakal seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari orang – orang yang gagal maupun yang berhasil disekeliling kita, kita harus menjadi manusia yang kritis terhadap segala kemungkinan karena pada dasarnya kita semua saling keterkaitan. Pelajarilah kesalahan – kesalahan orang gagal maupun berhasil, ambil inti sari dari setiap langkah yang mereka ambil. Jangan jadi seperti robot yang hanya bergerak karena dikendalikan sesuatu tanpa mau mengendalikan dirinya sendiri. Ingatlah kita bukan mesin dan kita bukan peralatan mekanik yang tersistem untuk patuh pada apa yang sudah disajikan. Kita adalah mahluk mulia yang diberikan pilihan dan kekebasan untuk menentukan pilihan dan tujuan hidup yang memang sesuai dengan bakat dan potensi kita.
Dalam bukunya “treasure secret of mining our hidden potentials” Mandaliem Lembong Halim, MBA mengatakan “ hidup yang berarti dan berhasil bukanlah hidup yang terombang – ambing. Sayangnya masih banyak orang yang hidupnya melayang, mengambang dan mengalir kemana – mana tanpa tujuan yang jelas. Kemungkinan jelas orang seperti ini suatu hari nanti akan terbangun dari tidur mereka, membuka mata mereka, dan terbelalak kaget karena mendapatkan diri mereka terdampar dikehidupan yang sangat buruk. Dan mereka masih bertanya-tanya kenapa hidup itu tidak adil. Hidup tidak akan dengan sendirinya bergerak kearah yang lebih baik. Hidup itu harus dengan sengaja diusahakan untuk menjadi baik. Orang-orang yang memiliki tujuan hidup akan sampai di tempat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang menjalani hidup hanya dengan prinsip ‘ikut arus’”.
Memang pada prakteknya kita kesulitan dalam menentukan tujuan hidup kita, tapi jangan berkecil hati dan pada akhirnya menyerah dengan membiarkan kehidupan anda tanpa arah. Teruslah berupaya untuk mengukuhkan hati dalam menentapkan tujuan hidup anda, karena ketika anda bersikukuh dalam mencarinya dengan melalui beberapa trial and error maka dengan sadar maupun tidak sadar tujuan hidup anda akan terbentuk. Sudah semestinya kita bersuka cita dalam menjalani hidup ini dan bukan sebaliknya, suka cita itu sendiri hanya dapat diperoleh dengan adanya tujuan yang jelas. Mau kemana dan mau bagaimana anda menjalani hidup semua hanya anda sendiri yang menentukan dan yang tahu. Jangan sekali-kali menyerahkan hidup anda pada keadaan lingkungan dan orang lain. Jadilah manusia yang jelas dalam tujuan hidup, yang mampu bersikap secara dewasa dan bijak dalam menyikapi problematika kehidupan, yang mampu menyinari bukan disinari, yang mampu fokus dalam menjalani hidup, yang mampu bersuka cita dalam segala keadaan. Selamat mencari tujuan hidup anda dan selamat menjalani samudera kehidupan dengan kemudinya tujuan hidup anda.
“ Suka cita di dalam hidup adalah ketika kita berguna untuk suatu tujuan. Saya mau sudah ‘habis digunakan’ ketika saya meninggal.” George Bernard Shaw
“ Penyia-nyiaan terbesar di dunia adalah perbedaan antara apa adanya kita sekarang dengan apa yang seharusnya kita menjadi.” Ben Herbster
“Harapan saya adalah pada akhir hidup saya ketika saya berjumpa dengan Pencipta saya, saya tidak memiliki sedikit pun potensi yang tersisa dan saya dapat berkata, ‘saya sudah pakai sampai habis semua yang Kauberikan kepada saya’.” Erma Bombeck
Senin, 28 April 2008
Halo Sahabat Dunia
Selamat pagi, selamat siang, selamat malam sahabat dunia...
Apa kabar kalian semua? syukurlah jika kebahagiaan dan keceriaan sedang menyelimuti kalian semua, dan bagi kalian yang sedang dirundung gelisah, musibah, sakit, kesusahan, kemiskinan dan kegagalan jangan berkecil hati tetaplah bersemangat dengan segenap raga, bersabar, berfikir positif dan cerialah karena tidak akan lama lagi kemenangan abadi akan menghampiri kalian semua..percayalah bahwa semua penderitaan itu hanya sementara dan hanya sebuah proses menempa diri untuk lebih baik dan lebih maksimal dalam berikhtiar dan bertawakal.
Sambutlah keindahan dan kemegahan dunia dengan warna - warninya yang mengagumkan ini, bentangkan tangan kalian dan rangkullah semua kehangatannya, rasakan dengan jiwa dan hati yang bening nan tulus, maka nikmati dan rasakanlah energi Maha Dahsyat sedang menjalar melalui aliran darah kalian.
Sahabat dunia, lihatlah sekelilingmu..alam raya dengan segenap keindahan dan ke-Maha-Agungan-Nya yang begitu mempesona jiwa..tidakkah kau belajar dari bintang-bintang dan rembulan dimalam yang cerah, dari terik cerah mentari di siang nan cerah, dari dinginnya tetesan hujan dan salju, dari gunung-gunung yang menjulang tinggi bersama aneka rupa pepohonan, dari hamparan padang rumput bertabur ilalang, dari riuhnya ombak laut yang membentang bergulung, dari lembah-lembah yang menggambarkan jejak nirwana, dari alunan simponi kicau burung, dari damainya hamparan padi ditengah pematang sawah, dari riak keciprak air sungai, dari tanaman-tanaman hias yang ada dipelataran rumahmu??? Sahabat dunia, luangkahlah waktumu sejenak untuk meresapi dan menghayati kehadiran mereka. Kini bukankah keindahan, kedamaian dan ketentraman jiwa yang terasa?
Sahabat dunia, mari kita bergandengan tangan bersama dan berirama, mari kita gores langit dengan aneka lukisan beraneka warna yang akan menambah keindahan dan ke-Maha-Agungan-nya.Sahabat dunia, dengan demikian tidak ada waktu bagi kita untuk menyesali peristiwa-peristiwa yang memilukan hati, karena kini kita sudah Satu dalam rangkulan ke-Maha-Agungan-Nya, sehingga semua menjadi berkah, semua menjadi anguerah.
Sahabat dunia, niatkan dan hujamkanlah dalam-dalam pada hati dan jiwa kalian, bahwa sejak saat ini dan seterusnya kalian akan terus bergandengan tangan, bahwa kalian tidak akan pernah berhenti melukis langit, bahwa kalian akan terus mengurai beraneka warna..jangan risaukan hasil lukisan kalian, yang perlu kalian lakukan adalah terus melukis dan terus melukis, jangan pernah berhenti karena berhenti berarti mati.
Sahabat dunia, teruslah genggam tanganku erat- erat.....
Untuk sahabat dunia..
Ammar
Apa kabar kalian semua? syukurlah jika kebahagiaan dan keceriaan sedang menyelimuti kalian semua, dan bagi kalian yang sedang dirundung gelisah, musibah, sakit, kesusahan, kemiskinan dan kegagalan jangan berkecil hati tetaplah bersemangat dengan segenap raga, bersabar, berfikir positif dan cerialah karena tidak akan lama lagi kemenangan abadi akan menghampiri kalian semua..percayalah bahwa semua penderitaan itu hanya sementara dan hanya sebuah proses menempa diri untuk lebih baik dan lebih maksimal dalam berikhtiar dan bertawakal.
Sambutlah keindahan dan kemegahan dunia dengan warna - warninya yang mengagumkan ini, bentangkan tangan kalian dan rangkullah semua kehangatannya, rasakan dengan jiwa dan hati yang bening nan tulus, maka nikmati dan rasakanlah energi Maha Dahsyat sedang menjalar melalui aliran darah kalian.
Sahabat dunia, lihatlah sekelilingmu..alam raya dengan segenap keindahan dan ke-Maha-Agungan-Nya yang begitu mempesona jiwa..tidakkah kau belajar dari bintang-bintang dan rembulan dimalam yang cerah, dari terik cerah mentari di siang nan cerah, dari dinginnya tetesan hujan dan salju, dari gunung-gunung yang menjulang tinggi bersama aneka rupa pepohonan, dari hamparan padang rumput bertabur ilalang, dari riuhnya ombak laut yang membentang bergulung, dari lembah-lembah yang menggambarkan jejak nirwana, dari alunan simponi kicau burung, dari damainya hamparan padi ditengah pematang sawah, dari riak keciprak air sungai, dari tanaman-tanaman hias yang ada dipelataran rumahmu??? Sahabat dunia, luangkahlah waktumu sejenak untuk meresapi dan menghayati kehadiran mereka. Kini bukankah keindahan, kedamaian dan ketentraman jiwa yang terasa?
Sahabat dunia, mari kita bergandengan tangan bersama dan berirama, mari kita gores langit dengan aneka lukisan beraneka warna yang akan menambah keindahan dan ke-Maha-Agungan-nya.Sahabat dunia, dengan demikian tidak ada waktu bagi kita untuk menyesali peristiwa-peristiwa yang memilukan hati, karena kini kita sudah Satu dalam rangkulan ke-Maha-Agungan-Nya, sehingga semua menjadi berkah, semua menjadi anguerah.
Sahabat dunia, niatkan dan hujamkanlah dalam-dalam pada hati dan jiwa kalian, bahwa sejak saat ini dan seterusnya kalian akan terus bergandengan tangan, bahwa kalian tidak akan pernah berhenti melukis langit, bahwa kalian akan terus mengurai beraneka warna..jangan risaukan hasil lukisan kalian, yang perlu kalian lakukan adalah terus melukis dan terus melukis, jangan pernah berhenti karena berhenti berarti mati.
Sahabat dunia, teruslah genggam tanganku erat- erat.....
Untuk sahabat dunia..
Ammar
Sabtu, 26 April 2008
"kelana metamorfosis"
adalah aku yang tersesat dalam mimpi
adalah aku yang terbuai dalam khayal
adalah aku yang berkelana dalam waktu
akupulalah yang damai menembus pekat malam
akupulalah yang begitu bersahaja menikmati sejuk embun
akupulalah yang yang selalu menantang terik mentari
akupulalah yang terbang bebas menerjang awan
ilalang itupun ikut menari
serpihan jasad renik menebar janji
kuncup bunga kesturi menebar wangi
pelepah daunpun menjuntai yakin
ditemani keabadian dalam rangkul illahi
sirna sudah semua duri itu,
terhempas angin
yang tertiup dari keyakinan
rasa...rasa di jiwa ini...
menentu...jadi kian menentu...
pasti..jadi kian pasti.....
indah...jadi kian indah...
disini aku menari bersama riak kicau semesta
aku bergoyang menari penuh arti
melodi alam bersimponi dengan jiwa
damai...damai....
created by mhar_delhoy
adalah aku yang terbuai dalam khayal
adalah aku yang berkelana dalam waktu
akupulalah yang damai menembus pekat malam
akupulalah yang begitu bersahaja menikmati sejuk embun
akupulalah yang yang selalu menantang terik mentari
akupulalah yang terbang bebas menerjang awan
ilalang itupun ikut menari
serpihan jasad renik menebar janji
kuncup bunga kesturi menebar wangi
pelepah daunpun menjuntai yakin
ditemani keabadian dalam rangkul illahi
sirna sudah semua duri itu,
terhempas angin
yang tertiup dari keyakinan
rasa...rasa di jiwa ini...
menentu...jadi kian menentu...
pasti..jadi kian pasti.....
indah...jadi kian indah...
disini aku menari bersama riak kicau semesta
aku bergoyang menari penuh arti
melodi alam bersimponi dengan jiwa
damai...damai....
created by mhar_delhoy
Langganan:
Postingan (Atom)