Aku mulai tersadar, bahwa apa yang aku lakukan selama ini tidak membawa aku ketitik kedewasaan berfikir, bertindak dan bersikap. Memang aku hanya manusia biasa yang memiliki kelemahan dan kekurangan, akan tetapi aku selalu dan selalu mengulangi kesalahan yang sama. Aku kesulitan keluar dari lingkaran setan ini, aku terbelenggu oleh opini, asumsi dan keinginan lingkungan, tanpa aku pernah merenungkan keinginan terdalam dari hati nuraniku sendiri, okelah aku pernah tersadar akan hakekat diri dan nurnai tapi itu tidak abadi dan hanya sekejap dan pada akhirnya aku melakukan kesalahan lagi.
Entah apa jalan hidup yang aku pilih, aku tak pernah bisa konsisten dalam befikir, bersikap dan berprilaku. Alangkah banyak impian yang ada dibenak ini, tapi apa yang terjadi? Impian hanya impian, semua sirna hanya karena kebahagiaan sesaat semata, kenapa diri ini selalu kalah dengan nafsu? Kenapa pula diri ini selalu hanyut dan tenggelam dalam gelamor kehidupan yang semu?
Kesadaran yang kini aku rasakan, belum mampu memupus kekhawatiran diri dalam mengarungi kehidupan, aku hidup dalam ketidakpastian. Timbul pertanyaan dalam diri, apakah ini adalah sudah jalan hidupku, hidup dalam ketidakpastian? Lantas bagaimana aku menyikapi jalan hidup ini? Apakah hanya dengan modal keyakinan semata aku mampu memberi warna dalam hidup ini?
Jika jawaban ya, maka kenapa jiwa ini selalu resah dan gelisah? Jika jawabannya tidak, jalan hidup seperti apa yang ditakdirkan untukku? Dan kemana aku harus mencarinya? Memang semua memerlukan proses, akan tetapi proses seperti apa yang benar? Karena aku rasa proses hidup yang kini sedang aku jalani salah besar!!
Aku harus bangkit kembali, aku tak perduli meski harus berulangkali berjanji dan berulangkali mengingkarinya, mau tidak mau aku harus melakukannya karena mungkin memang begitulah adanya diriku. Aku harus mampu keluar dari jeratan lingkaran setan ini, aku harus bisa berfikir diluar kotak, aku harus mengedepankan fikiran postif bukan perasaan dan pikiran negatif. Aku harus mampu secara jernih melihat masalah sesuai dengan porsinya, tidak subjektif dan tidak dengan emosi yang meluap-luap. Aku harus tetap yakin dengan impian yang selama ini menggelayuti pikiranku, meski sampai detik ini aku belum mampu mewujudkannya. Aku harus terus memompa semangat dan energi postif dalam diriku, aku juga harus terus belajar dan belajar segala hal yang akan membawaku menuju impian abadiku. Aku harus terus berfikir besar dan bertindak besar. Tanamkan dalam diriku bahwa aku adalah segala hal yang besar dalam hidup ini, jangan pernah sekalipun aku berfikir kecil dan kerdil apapun keadaan diriku sekarang, aku harus mampu mengontrol diri dalam lingkungan dan pergaulan.
Akhirnya aku berdo'a semoga segala kegelisahan, kerisauan dan ketidakpastian ini akan sirna, dan akhirnya akupun berdo'a, semoga apa yang akan aku lakukan didepan nanti akan membawa aku menuju impian abadiku,... terima kasih Tuhan, karena Kau tidak pernah lelah, marah dan berhenti menunggu hambaMu yang hina ini untuk kembali di jalanMu....terima kasih pula padaMu Tuhan atas setiap kesempatan dan kesadaran yang Engkau berikan padaku.
Rabu, 09 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar