Aku merasa tergelitik untuk membahas pertanyaan ini, yang diajukan oleh seseorang
kepadaku tadi malam...
mmmm..Aisya, sosok dalam novel/film Ayat-ayat cinta..sosok wanita cantik,tangguh,mandiri,kaya,cerdas,jujur,beriman dan taat pada suami...
sedangkan Maria sosok yang digambarkan sebagai seorang nonmuslim yang liberal,penuh
toleransi,cantik,teguh dengan pendirian,jujur dan setia pada cinta.....
Mari kita bahas satu persatu..Aisya, wanita yang akhirnya dipilih oleh fahri sebagai pendamping
hidupnya memiliki laterbelakang keluarga campuran antar negara, ayah seorang mu'alaf (yang pada akhirnya setelah ibunya meninggal kembali kejalan kesesatan) dan Ibunda seorang islam modern namun tetap memegang teguh pendirian (meninggal karena kecelakaan disaat aisya masih kecil)..jika saya melihat laterbelakang tersebut, maka Aisya dapat dikatakan sebagai wanita yang lebih memiliki liku2 perjalanan hidup dibanding dengan maria, yang secara otomatis
akan membuat aisya lebih bijak dalam menyikapi masalah...maka tidak heran ketika dalam keadaan dilematis (fahri dipenjara dan saksi kuncinya adalah maria yang terbaring kaku dirumah sakit karena CINTA) aisya dalam keadaan hamil merelakan suaminya menikahi maria(poligami) yang berbeda akidah...pertanyaan adalah dimana letak keadilan kisah ini????
Dalam hidup ini, dalam bentuk lain (tidak mesti dalam hal percintaan tentunya) saya yakin kita semua pernah mengalami perasaan dilematis ini...namun terkadang kita tidak bisa mengambil keputusan seperti aisya, yang pada akhirnya "memenangkan" semua pihak....
Sekarang kita bahas Maria,...wanita malang yang jatuh cinta pada tetangganya yang kebetulan berbeda agama (disinilah letak kebesaran akhlak islam,yang mampu menembus tembok hati karena kemurnian ajarannya) ...kita tidak bisa pula menyalahkan maria karena itu hak absolutnya untuk mencintai siapapun...dan kita pun patut memuji keteguhan hatinya dalam cinta,ketulusannya dalam bersikap dan kelembutannya dalam meminta..dan pada akhirnya dia menang bukan? meski hanya sesat ia merasakan kemenangannya(karena maut menjemputnya)...maria memilih fahri karena hatinya berkata demikian (apakah kita mampu memilih sesuatu seperti maria yang didasarkan hati?atau kita lebih banyak memilih sesuatu berdasarkan nafsu?), maria hanya wanita nonmuslim polos yang cerdas dan terlalu larut dengan perasaannya, ok lah kita katakan itu sudah takdir, namun andaikata maria mau lebih berani mengungkapkan perasaannya, saya yakin fahri akan memilihnya karena sebelum kenal aisya, fahri sudah mengenal maria terlebih dahulu...(tentu dengan satu syarat dari fahri bahwa maria harus pindah akidah dan saya yakin maria akan meng-iya-kannya) disinilah letak "tiket surga"bagi fahri...siapa yang tidak mau mendapatkan "tiket surga"??
Jadi apa jawaban saya atas pertanyaan diatas ???
mmmm...sekarang bertambah satu yang mengalami perasaan dilematis....
sama2 cantik...sama2 setia...sama2 berakhlak mulia... sama2 wanita...
Dengan yakin saya pilih Aisya...kenapa?mungkin maria aja yang kurang beruntung...
Lalu semalam saya balik bertanya"Pilih fahri atau bahadur?
hayo para wanita jawab...dengan serempak menjawab 'fahriiiiiiiii...
lantas adakah yang memilih bahadur??Jawabannya ada, siapa??....'''''sudah tentu isterinya bukan???''''
kembali semua tidak ABSOLUT..!!!!!
thanks a lot>>>Mhardelhoy>>>
Jumat, 11 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
hai,,,,, aMar how are yoU??????
kmanwe Aje???????
Kumaha atuh Daramang ntEu?????
Keur siBuk NyaK,,,,,,
bales atuh Zmz DiaN..........
kUNAON jaDi omBong kitU?????!!!!
PunteN NyaK lamuN Abdi Ayak alah....
hweheeheehee,,,,,,,,,
dian Doa"ken mDh2an cePet dapet Pamajikan nu Garelis,
kalo gw lebih pilih aisya krn hampir sama ama kisah gw
Posting Komentar