Kamis, 10 April 2008

Puisi hidup

Menelusuri kata naruni, mencari arti diri
Dalam remang kegelapan siang
Dalam keruhnya air kehidupan
Mencoba menerka dengan seksama
Apakah guna atau sia?
Terkelupaslah kulit muka
Yang penuh dengan kebencian dan kebohongan
Sebab musabab telah terjadi
Tak ada yang bisa menghindari lagi
Karena ketetapan itu telah terulis
Nyata dan jelas dalam kitab Illahi

Cinta tak dapat dikira
Ia datang dan pergi sesuka hati
Kadang menyapa dengan sangat lembut
Tak jarang pula menyapa dengan kasar
Cinta tak dapat dikira
Ia tumbuh dan mati begitu saja
Cinta tak dapat dikira
Ia mampu memecahkan batu karang
Tapi ia juga bisa menembus lebutnya salju
Cinta tak dapat dikira
Kekuatannya mampu melemahkan
Kelemahannya mampu menguatkan
Cinta …..
Hanya cinta yang bisa demikian

Sekarang, marilah kita bergembira
Menyongsong masa lebih indah
Kekinian yang terjadi, bukan tanpa maksud
Semua sudah tertulis, seperti awan
Sudah semestinya di langit
Sekarang marilah kita menari
Bergoyang dan berputar
Mengelingi alam cakrawala
Bebas, lepas dan hempaskan segala penat
Sekarang, marilah kita bergembira….

Created By Mhar Delhoy

Tidak ada komentar: