Jumat, 18 April 2008

Sebuah Kisah...

Di pagi hari yang cerah dan sejuk dengan tetes embun pagi menyelimuti dedaunan, disebuah sudut ruangan berukuran 3x3 m seorang anak terbaring pulas sambil memeluk "guling kebesarannya", tak lama dari itu bunyi alarm dari Hp nya berbunyi menunjukan pukul 5.30 pagi, ia bergegas bagun (meski tak jarang ia kembali tertidur dan terbangun beberapa jam berikutnya) dan menenggak segelas air putih dan langsung menuju kamar mandi, selepas itu ia shalat dan langsung melakukan aktifitas favoritnya yaitu menatap sebuah cermin, ia lakukan kegiatan itu setiap hari sebelum melakukan aktifitas rutinnya...terkadang ia menatap kosong wajah dibalik cermin itu, terkadang ia tertawa terpingkal-pingkal melihat keanehan wajahnya dibalik cermin dan tak jarang pula ia berteriak begitu semangat menebar motivasi untuk dirinya sambil menyucap syukur akan segala berkah yang telah diterimanya selama ini...

Seorang anak ini, begitu yakin akan kehidupannya, begitu yakin akan kesuksesannya dan begitu mencintai keluarganya. Ia merasa bahwa ia dilahirkan memang untuk berbuat sesuatu dalam hidupnya, menjadi jalan bagi kebahagiaan orang - orang yang ada disekelilingnya, ia akan rela mengorbankan kebahagiaan dan nyawanya sendiri demi menghilangkan tangis orang - orang yang dikasihinya....

Seperti biasa pula sebelum ia beranjak pergi meninggalkan peraduannya untuk melakukan segala aktifitas yang dicintainya, untuk menyongsong segala kemungkinan yang akan di alaminya pada hari itu, ia selalu menyempatkan diri untuk berlenggak-lenggok didepan cermin bak seorang peragawan sedang mem-fose-kan sebuah karya agung dari seorang perancang busana...ia menoleh sambil tersenyum, dalam hati ia berkata"sungguh aku sanggat tampan"... setelah segala aktifitas favoritnya dilakukan, ia bergegas memeriksa segala "peralatan tempur" yang berada di dalam tasnya, setelah semua di rasa lengkap, ia menuju ke "harta berwujudnya" yang paling mahal yang saat ini dimilikinya, ya sebuah kendaraan motor yang selalu setiap mendampingi segala aktifitasnya, ia memanaskan kendaraan tersebut dan setiap kali sebelum berangkat sambil menunggangi motornya, ia selalu membaca surat Al-fatihah beberapa kali dan berdoa meminta keselamatan, kebahagiaan, keceriaan, kekuatan, limpahan rizki dan memohon ampunan atas segala kesalahan dan atas segala kelalaiannya mengucap syukur atas segala berkahNya...

Dalam perjalanan ia terkadang diam, tapi ia amat sangat sering mendendangkan lagu sambil menatap kiri - kanan sepanjang jalan, sambil memperhatikan aktivitas orang - orang yang ada disekelilingnya...namun anak ini akan selalu terganggu fikirannya manakala diperjalanan ia melihat sebuah mobil eskudo dan motor ninja..dalam hatinya selalu berkata " aku akan memilikinya kelak"...ternyata mobil eskudo dan motor ninja adalah salah satu dari ribuan impiannya.... setibanya di tempat kerjanya, ia menyalakan komputer dan selalu memeriksa berkas - berkas yang ada di meja kerjanya, mengecek kemungkinan pekerjaan kemarin yang belum terselesaikan dan merencanakan dan melaksanakan pekerjaan hari itu... terkadang disela-sela kesibukannya, anak ini akan memeriksa beberapa saat email-nya kalo - kalo ada email baru yang masuk....

Tak terasa hari mulai menunjukan jam 16.00, ia harus segera menyelesaikan segala pekerjaannya dan segera bergegas beranjak ke kampus, ya ia harus menyelesaikan studinya, meski terkadang ia merasa lelah akan aktifitas ini, tapi ia harus menyelesaikannya demi masa depan dan demi senyum bangga orang tuanya...
Di tempat ini, ia akan berubah menjadi sosok yang berbeda dengan yang dilakukannya sepanjang hari di kantor yang terkadang serius, berwibawa, dewasa dan profesional...di kampus ia akan lebih terlihat seperti orang santai, rileks,ceria, jahil dan terkadang agak rese sedikit...kenapa ia berubah seperti itu? ia merasa ini lah penyeimbang dalam hidupnya, karena ia tidak mau seharian penuh dilaluinya dengan keseriusan yang kaku...ia sesungguhnya adalah anak jalanan yang mendamba kebebasan berkreasi dan bersikap namun ia pun mampu menjadi manusia modern yang profesional dan tegas...

Pada kesempatan - kesempatan tertentu dalam waktu luangnya, ia akan menutup hari dengan bermain permainan favoritnya saat ini yaitu bermain bilyard bersama teman - temannya atau nonton permain sepakbola ditelevisi dan sebelum beranjak tidur ia selalu membaca beberapa halaman dari koleksi-koleksi bukunya sampai ia terlelap bersama doa menjelang tidur yang diajarkan ibunda tercintanya semenjak kecil dulu ...ya sungguh kehidupan yang amat sempurna,...pagi di awali dengan doa,keyakinan dan semangat dan malam dilalui dengan doa,keceriaan,kebebasan dan kepuasaan....

1 komentar:

Nisyanazwa mengatakan...

sepertinya anak yang didalam "sebuah kisah" itu bernama amar ma'ruf. 2 jempol buat kepercayaan diri loe. Thanks sudah kasih semangat baru buat gw untuk belajar lagi. Love ALFI